Sosialisasi Ketentuan Cukai dan DBHCHT Bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur

Sidoarjo (24/11) - Kanwil Bea Cukai Jatim I bersinergi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Jawa Timur dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo gelar Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Dalam Rangka Pemberantasan Rokok Ilegal di Provinsi Jatim. Kegiatan tersebut digelar secara luring di Luminor Hotel, Sidoarjo. Hadir dalam kegiatan tersebut selaku narasumber, Kepala Bidang Penegakan Perda Sulton Hasan, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Drs.  Yani Setiawan, Mayor CHB Kasdim 0816 Sidoarjo Supriyanto, dan Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Trimulyo Cahyono.

Sebagaimana diketahui Bea Cukai memiliki fungsi salah satunya sebagai community protector atau melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal, Bea Cukai memiliki wewenang untuk menegakkan hukum di bidang cukai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut, Bea Cukai Jawa Timur I bersinergi dengan Satpol PP, sebagaimana Satpol PP merupakan perangkat pemerintah provinsi dan daerah yang memiliki kewenangan salah satunya adalah penegakan peraturan perundang-undangan daerah.

Dalam pembukaan acara, Kepala Satuan Satpol PP Provinsi Jawa Timur Hadi Wawan menyampaikan keinginannya agar masyarakat turut berperan dalam pemberantasan produksi dan peredaran rokok ilegal. "Kita harus duduk bersama untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal ini demi perolehan pajak yang juga akan kita nikmati bersama dalam bentuk DBHCHT," Tutur Hadi.

Dalam pemaparannya, Hadi juga mengenalkan kepada masyarakat mengenai Aplikasi SiRoleg (Sistem Informasi Rokok Ilegal). Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan peredaran rokok ilegal yang mereka temui pada kesempatan pertama dan terjamin keamanan serta kerahasiaannya.

"Sosialisasi ini secara rutin memang Kami selenggarakan bersama di berbagai daerah di Jawa Timur. Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, dapat mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk tidak mengkonsumsi dan tidak memproduksi rokok ilegal. Harus dipahami bahwa cukai dibayarkan oleh masyarakat dan akan kembali untuk kemaslahatan masyarakat," ujar Trimulyo.