Bea Cukai Jatim I Sosialisasikan Ketentuan Cukai dan Alokasi DBHCHT

Surabaya (24/10) - Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I Padmoyo Tri Wikanto, menjadi Narasumber dalam Talkshow Optimis Jatim Bangkit yang disiarkan secara langsung di Jawa Timur Televisi atau JTV. Bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jatim Hadi Wawan dan Anggota Komisi A DPRD Jatim Freddy Poernomo, dilakukan diskusi dengan tajuk 'Penerimaan Cukai Naik, Kesejahteraan Rakyat Meningkat'.

Dalam diskusi tersebut, Padmoyo menjelaskan secara singkat terkait filosofi cukai dan korelasinya dengan pembagian porsi alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). "Cukai dipungut terhadap barang tertentu yang produksi, peredaran, dan konsumsinya itu dikendalikan dan diawasi karena memiliki dampak negatif bagi konsumen, oleh karena itu yang membayar pajak adalah konsumen (Pajak Tidak Langsung). Berawal dari situ, undang-undang mengamanahkan bahwa cukai harus kembali kepada pembayar pajaknya, disiniah esensi DBHCHT sebagai earnmark kepada konsumen," tuturnya. Lebih lanjut Padmoyo menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan daerah dengan perkebunan tembakau yang luas, banyak terdapat industri hasil tembakau, pun tingkat konsumsi rokok yang tinggi, oleh karena itu Jawa Timur menerima porsi alokasi DBHCHT paling besar di indonesia.

"Jawa Timur memperoleh alokasi dana sebesar 2,14T untuk provinsi atau sebesar 55,34% dari alokasi DBHCHT nasional. Alokasi tersebut kemudian dibagi lagi untuk pemerintah provinsi dan 38 daerah kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Provinsi Jatim sendiri mendapatkan alokasi dana sebesar 642M," ujar Hadi Wawan.